Jumat, 11 Mei 2012

Peran Wanita Dalam Keseimbangan-Pelayanan dan Keluarga (I Sam. 1: 3b; 2: 12, 22-25; 4: 18)

Peran Wanita Dalam Keseimbangan-Pelayanan dan Keluarga (I Sam. 1: 3b; 2: 12, 22-25; 4: 18)
Keluarga Kristen sangat berbeda baik secara eksistensi dan fungsionalnya di bandingkan dengan keluarga non Kristen. Namun perbedaan ini justru yang banyak terlihat adalah hal-hal yang negatif yang terlihat dalam keluarga Kristen. Ada seorang tetangga mengatakan "emang anaknya orang Kristen ya gitu hidupnya bebas, dari makanannya saja sudah kelihatan apa lagi dengan tingkah lakunya. Dilema dihadapi oleh keluarga Kristen saat ini yaitu hilangnya perang Orangtua dalam melayani anak...yang ada hanyalah peran orangtua sebagai pemenuh kebutuhan hidup, pemenuh rasa nyaman, tempat pembelaan yang utama. Secara rohani telah tidak nampak bahkan cenderung kabur dan menghilang oleh karena gaya hidup masa kini yang tak sanggup "dikuasai," akhirnya justru dikuasai oleh dunia ini. Orang tua juga adalah pelayan Tuhan bagi keluarganya, sebagaimana 3 peran Kristus demikian peran Orang tua (suami-istri)bagi keluarga yang ia bangun. sehingga perlu adanya pemahaman yang benar dan myeluruh tentang kehidupan melayani dalam keluarga sehingga "penting sekali kehidupan Kristian kita seimbang, bukan berat sebelah: “Melayani dan belajar ... mendengar dan bercakap ... memberi dan menerima.” Keluarga secara tidak langsung merupakan sekolah kehidupan utama dalam kehidapan umat Tuhan bahwa:  Pendidikan Firman diawali dari rumah bukan gereja atau sekolah;  Pembentukan karakter dimulai dari rumah bukan tetangga. Betapa peran keluarga sangat penting bagi kehidupan masa kini dan masa yang akan datang bagi setiap anggota keluargannya. Ibu-Ibu kekasih Kristus, kita sekarnag memperhatikan akan bagaimana seharusnya keseimbangan itu terlaksana? saat ini kita belajar melaui keluarga salah satu tokoh Alkitab kita yaitu Imam Eli. juga kita akan melihat dan mengfokuskan pada pemahaman "kegagalan pelayanan seorang suami yang DISEBABKAN OLEH SEORANG WANITA yang tidak sedia melayani." Keberhasilan pelayanan suami isteri bergantung kepada pengabdian hidupnya melayani Tuhan.Kita akan lihat penyebab kegagalan pelayanan Imam Eli, disebabkan oleh sikap isterinya yang tidak melayani. Melalui pelajaran ini, marilah kita semua terutama kepada kaum wanita,sedia untuk mengambil suatu pelajaran rohani, bagaimana menjadi seorang “WANITA YANG HIDUP DALAM PELAYANAN” I Samuel 1: 3b; I Samuel 2: 12, 22-25; I Samuel 4: 18 Melalui pembacaan ini, kita belajar tentang TIGA PELAJARAN ROHANI MENGENAI KEGAGALAN IMAM ELI, kemudian kita akan menjadikannya sebagai suatu panduan bagaimana seharusnya kita melayani sebagai seorang istri, baik DARI SUDUT HIDUP SEORANG LELAKI atau SUDUT HIDUP SEORANG WANITA, BUJANG atau BERUMAH TANGGA!! Pelajaran Rohani Yang PERTAMA Dari Kegagalan Imam Eli ialah... I. ISTERINYA TIDAK PERNAH DISEBUT DI TENGAH-TENGAH KELUARGANYA. Tidak mungkin Imam Eli mempunyai anak tanpa isteri!! – Suatu kemungkinan dari pendapat penafsir Alkitab bahwa; Anak yang disebut adalah “ANAK ANGKAT” (Bagaimanapun, Alkitab tidak menyatakannya!) Oleh yang demikian, sudah tentu ada penyebab, mengapa isteri Eli tidak disebut dalam cerita tentang Imam Eli. Ada DUA kemungkinan yang perlu kita pertimbangkan:- Kemungkinan YANG PERTAMA... ISTERINYA KURANG MENGAMBIL PERANAN DI DALAM KELUARGANYA.  Tanpa sokongan dan peranan seorang isteri, seorang suami akan gagal dalam semua usahanya!  Isteri adalah tiang iman dalam sebuah keluarga, di mana ia memberikan semangat, idea, kekuatan dan penghiburan! (Memujuk suami untuk datang ke gereja, memberikan kesaksian yang baik tentang sikapnya yang dibentuk daripada Firman Tuhan di Gereja!)Suami yang bejat tidak sebandik besar jika justru seorang istri yang bejat.  Kegagalan Eli disebabkan isterinya tidak membantu pembentukan keluarganya untuk mendidik anak-anak dan melayani Tuhan bersamanya! Kemungkinan YANG KEDUA... ISTERINYA SANGAT AKTIF DAN TERLALU MENGAMBIL PERANAN.  Isterinya terlalu berperanan sehingga Eli ditenggelamkan oleh keberhasilan isterinya! Mungkinkerana hal ini, Eli malu dan tidak menyebut isterinya.  SusunanRTK “Allah-Suami-Isteri-Anak” Walaupun Eli seorang pelayan Tuhan yang disanjung oleh masyarakatnya, tetapi disebalik tabir kehidupan keluarganya porak poranda! Isteri diciptakan sebagai penolong (Kej. 2: 18). Kurangnya peranan dari seorang isteri menyebabkan suami akan hilang rasa hormat terhadap isterinya. Kerena sikap seorang isteri yang sedemikian si suami hidup dalam keduaniawiaan (Isteri tidak memberikan kesaksian yang memberkati) Peringatan kepada wanita! Bukan tidak boleh terlalu aktif atau terlalu berperanan, TETAPI HARUS SEIMBANG! Memperhatikan keperluan rumah tangga dan kebajikan suami!! Pelajaran Rohani Yang KEDUA Dari Kegagalan Imam Eli ialah... II. IMAM ELI TIDAK BERWIBAWA TERHADAP ISTERI DAN ANAK-ANAKNYA. Eli dapat menunjukkan wibawanya terhadap orang sekelilingnya, tetapi ia tidak berwibawa kepada keluarganya! Ramai suami – Walaupun dihormati oleh masyarakat dan jemaah, tetapi di rumah tidak berwibawa, takut kepada isterinya! (Ingat kronologi RTK). Penyebab hal-hal ini terjadi kepada suami, kerana tidak menunjukkan wibawanya DARI AWAL – Mengambil sikap mengasihi tetapi secara praktiknya SALAH! Seringkali ada isteri – menceritakan keburukan suaminya di depan ‘anak,ibu bapanya, jirannya atau temannya’ – Hal ini sangatmemalukan kepada kesaksian kita, sekiranyaini berlaku kepada kalangan orang percaya! Sejahat manapun suamimu, hai isteri-isteri!! sayangilah dan hormatilah dia, demikian juga kepada suami-suami!! Pelajaran Rohani Yang KETIGA Dari Kegagalan ImamEli ialah... III. FIRMAN ALLAH TIDAK DIUTAMAKAN DI DALAM KELUARGA. Untuk melayani Tuhan di dalam gereja, samada wanita atau lelaki, FIRMAN TUHAN HARUS MENJADI YANG TERUTAMA!! dalam kehidupan secara peribadi ataupun dalam keluarga! Praktikawal untuk mengutamakan Firman Tuhan dalam keluarga adalah pendisiplinan kepada anak-anak tentang pembacaan Firman Tuhan danjuga secara peribadi dari ibu bapa! § Praktik terhadap firman Tuhan, contohnya;  WAKTU MAKAN: Semuanya kerana berkat pemberian Tuhan!  WAKTU TIDUR: Agar Tuhan menjaga & tidak mendapat gangguan!  WAKTU BERJALAN: Pergi sekolah, kedai dll..!  MENERIMA SESUATU: Tanamkan perkataan “Terimakasih”  Waktu berbuat salah atau adanya seseorang berbuat salah, dengan rendah hati sedia untuk memberi maaf dan mengampuni oleh karena Kristus telah mengampuni kita. Kadang kala Ibu-Bapak “Bersikap terbuka/sporting” terhadap sikap anaknya; Sering berkata: “...Biarlahh.. janganlah paksa-paksa dia ke gereja kalau dia tak mahu!dia masih kecil, belum tahu apa-apa! Sudah besar nanti barulah dia tahu maknanya ke gerja!! (Sikap ini bahaya!!) Pembentukan itu sakit! Namun hal ini harus dilakukan agar wanita dan lelaki dalam hidup berumah tangga dapat melayani Tuhan dalam keadaan yang diberkati oleh Tuhan! PERTANYAANNYA!! Bagaimana anak-anak dibentuk kalau Ibu bapa sendiripun tidak taat kepada Tuhan!! (Hanya melakukannya di gereja pada setiap hari Minggu!!) KESIMPULAN Peringatan kepada WANITA!! terutama kepada yang telah berumah tangga! perhatikan pelajaran rohani dari kehidupan imam Eli kenapa ia gagal dalam pelayanannya!! Secara peribadi, periksalah bagaimana cara pelayanan anda selama ini!! Bagaimana anda melayani suami, melayani anak-anak, dan TERUTAMA bagaimana ANDA HIDUP DALAM PELAYANAN KEPADA TUHAN!? Marilah kita mengubah sikap hidup kita masing-masing, sekiranya selama ini kita tidak adil dalam pelayanan kepada Tuhan, ubahlah dan jadilah seorang WANITA YANG BENAR-BENAR HIDUP DALAM PELAYANAN dan berkenan di hadapan Tuhan! GKB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar